Agak kecewa juga dengan penampilan Ubuntu semenjak versi 10.04 dengan Unity-nya. Memang sesuatu berubah itu bagus tetapi berubah dalam hal merepotkan pengguna adalah bukan sesuatu yang bagus.
Menu Gnome classic sangat simple karena pembagian Application ( untuk aplikasi ) – Places ( untuk partisi lainnya ) – System ( untuk konfigurasi ) sudah sangat familiar dengan pengguna Gnome lalu untuk menunjukkan bahwa Ubuntu itu tampil beda dengan Distro lain yang menggunakan Gnome sebagai Desktop Managernya maka lahirlah yang namanya Unity.
Agak berat juga sebenarnya meninggalkan Ubuntu yang telah saya gunakan selama ini, maka pilihan berikutnya adalah Ibu dari Ubuntu yaitu Debian. Setelah coba beberapa hari, ternyata hampir sama dengan menggunakan Ubuntu.
Masalahnya ketika menggunakan Debian adalah Koneksi Internet menggunakan Speedy tidak muncul di Network Managernya. Solusi untuk mengatasi hal itu adalah dengan melakukan beberapa settingan.
Caranya :
- Edit file /etc/network/interfaces
- Tambahkan :
- auto eth0
iface eth0 inet dhcp
address 192.xxx.x.x
netmask 255.255.255.0
network 192.xxx.x.x
#broadcast 10.182.0.255
gateway 192.xxx.x.x
# dns-* options are implemented by the resolvconf package, if installed
dns-nameservers 202.134.0.155
dns-search debianindonesia.org
Settingan untuk ip address dan lain-lain sesuaikan dengan yang anda dapatkan dari speedy.
Setelah itu restart dengan perintah : /etc/init.d/networking restart
Semoga bermanfaat.